Minggu, 09 Maret 2014

Cara Memilih Sprei yang Baik

By OLINE ADENAN
Pernahkah kamu menemukan kesulitan untuk memilih sprei? Karena saya pernah. Sering malahan :) Bagi saya, semua sprei bahkan nampak sama. Hanya berbeda di halus atau tidaknya sebuah kain sprei. Biasanya urusan memilih kain seprai biasanya urusan ibu-ibu rumah tangga nih :) Tidak jarang orang lebih memilih seprai dengan harga yang murah meriah. Padahal salah satu faktor yang menunjang kualitas tidur adalah penggunaan sprei. Salah memilih seprai akan membuat tidur kita tidak berkualitas dan tidak nyaman.
Awalnya saya mengira semua bahan seprai adalah sama. Saya sempat bingung, kok harga seprai bisa jutaan rupiah? Atau bahkan ada juga yang murah meriah dibawah 100 ribuan. Untuk mengenal macam-macam bahan seprai, saya sempat jalan-jalan ke pasar Tanah Abang, untuk sekedar belajar dan mencari tahu dari penjualnya. Dan ternyata seprai memiliki berbagai jenis bahan yang berbeda-beda woow..
Tidur yang berkualitas diperlukan guna untuk menjaga kualitas tubuh. Oleh sebab itu, kenyamanan tidur merupakan hal yang tidak bisa diganggu gugat.
Sprei yang ada di pasar sangat beragam jenis bahannya. Serat sebagai bahan pokok kain seperti poliester, katun, sutra, rayon, sampai campuran katun dengan bahan lain seperti poliester atau sutra, menentukan jenis kain yang siap diwarnai atau dicetak menurut desain. Setelah itu baru dipotong dan dijahit sesuai kebutuhan. Setiap jenis kain memiliki kelebihan dan kekurangan. Jenis kain juga mempengaruhi tingkat penyerapan cairan atau debu lho, tekstur, kesejukan, tampilan dan juga harga.
Praktisi dan pengamat tekstil, Yuliab Koersen, mengatakan bahwa berbagai pilihan memberikan keleluasaan pada pengguna. Supaya harga jualnya terjangkau, biasanya produsen menggunakan poliester dicampur dengan katun sebagai solusi menambah daya tahan. Sementara penggunaan rayon digemari karena kilaunya seperti sutra.
So, kain seprai apa yang paling baik?
Menurut literatur yang saya baca, Yuliab yang aktif sebagai konsultan untuk Taiwan Textile Federation (TTF) menjelaskan bahwa setiap kain memiliki keunggulan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Tapi apabila ditinjau dari sifatnya, katun adalah kain paling baik sebagai bahan dasar seprai.
Kenapa harus katun?
Katun memberikan kenyamanan penggunaan, penyerapan, kelembutan, dan kesejukan, seprai katun memiliki tampilan baik (semakin tinggi kualitas bahan akan semakin mengkilap) dan perawatan yang mudah.
Semua kelebihan tersebut membuat seprai katun memiliki nilai lebih dibandingkan dengan kain-kain lainnya. Komposisi 100 persen katun adalah salah satu syarat untuk kenyamanan asli.
Katun murni merupakan bahan yang kuat. Dalam kondisi basah serat katun akan menjadi lebih kuat sehingga tifak membutuhkan perawatan ekstra seperti ‘dry-clean’ ataupun pencucian lembut. Kain katun aman jika dicuci di mesin cuci, mesin pengering, serta disetrika dalam kondisi panas.
So, hal-hal apa saja yang harus diperhatikan saat membeli seprai katun ya?
1. Tahu dengan baik seprai yang ingin dibeli
Katun memiliki sifat kuat, mengilap dan lembut. Untuk memilih katun yang berkualitas tinggi, jenis katun, kemurnian katun, dan kepadatan benang merupakan hal utama yang harus diketahui.
Jenis katun adalah pertimbangan berikutnya, mulai dari ’short-staple cotton upland cotton’ seperti Cotton USA sampai katun kualitas terbaik yaitu golongan ‘extra long-staple’ (ELS). Beberapa katun tersebut dapat dikenali dengan mudah keabsahannya, seperti logo kecil Cotton USA, Supima(R) dan MicroCotton(R) di kemasan.
Katun 100 persen merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan kenyamanan asli. Katun murni juga memiliki daya tahan lama dan mudah perawatannya karena serat katun akan semakin kuat bila dalam keadaan basah.
Untuk thread count atau kepadatan benang, angka 200 merupakan standar untuk mendapatkan seprai katun yang baik. Bila ingin lebih baik, bisa memilih ‘thread count’ yang lebih tinggi.
2. Tentukan kebutuhan dan keinginan
Bagaimana kehalusan dan hasil kesejukan yang dibutuhkan, warna dan desain seperti apa yang diinginkan. Ukuran seprai juga perlu menjadi perhatian, karena ukuran seprai di luar negri belum tentu lho sesuai dengan ukuran kasur di Indonesia.
3. Perhatikan klaim produsen
Baca detail informasi produk pada kemasan, dan tanyakan ke SPG soal informasi tersebut. Keaslian beberapa katun dapat dilihat dari logo kecil atau sertifikat di kemasan. Kelebihan lain seperti teknologi Microban juga perlu dipertimbangkan jika memang dibutuhkan.
4. Sesuaikan keunggulan produk dengan harga
Setelah mendapat informasi mengenai produk, sesuaikanlah dengan harga. Seprai berkualitas tinggi merupakan investasi jangka panjang karena kain uang berkualitas memiliki daya tahan yang baik.
Apa kamu pernah terpikirkan sebelumnya bahwa seprai yang baik adalah merupakan investasi? :)
Pastinya, ada harga, ada barang. Seprai dengan katun yang baik, pasti harganya pun sesuai :)
5. Sentuh kain secara langsung
Hanya pengalaman langsung dapat membandingkan klaim produsen dan harga terhadap kualitas kain yang diinginkan. Contohnya, tekstur seprai dengan motif tenun dan cetak akan menimbulkan kehalusan yang berbeda.
Berikut ini adalah catatan penting dalam merawat seprai katun :
1. Katun aman dicuci di mesin cuci, mesin pengering, lalu disetrika dalam kondisi panas.
2. Katun tidak perlu perawatan ekstra seperti pencucian lembut, laundry atau dry-clean.
3. Katun memiliki sifat semakin sering dicuci akan semakin terasa lembut.
4. Sebaiknya tidak dijemur di bawah matahari langsung.
5. Katun perlu dicuci secara rutin untuk jamur.
Okey. Semoga dengan artikel ini bisa menjadi lebih paham, bagaimana cara untuk memilih seprai yang baik dan nyaman. Bukan hanya enak dipandang, tapi juga kehalusan menjadi modal yang utama, karena seprai bersentuhan langsung dengan kulit setiap saat.
Selamat hunting seprai :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar